Belajar CSS 4

BELAJAR LENGKAP CSS 



Struktur Dasar CSS

Struktur kode CSS terdiri dari tiga bagian:

  1. Selektor;
  2. Blok Deklarasi;
  3. Properti dan nilanya.

Format penulisannya seperti ini:

struktur-dasar-sintaks-css

1. Selektor

Selektor adalah kata kunci untuk memilih elemen HTML yang akan kita beri style.

Contohnya:

h1 {
    color: red;
}

Artinya: Kita memilih semua elemen <h1>, lalu diberikan warna teks red (merah).

Selektor dapat berupa nama tag, class, id, dan atribut.

Contoh:

/* Selektor dengan nama tag */
h2 {
    color: blue
}

/* Selektor degnan class */
.bg-yellow {
    backgound-color: yellow;
}

/* selektor dengan ID elemen */
#header {
    background: grey;
}

/* Selektor dengan Atribut */
input[type=text]{
    background: yellow;
}

Pembahasan lebih mendalam tentang selektor akan kita bahas di: Memahami Selektor pada CSS.

2. Blok Deklarasi

Blok deklarasi adalah tempat kita menuliskan atribut atau properti CSS yang akan diberikan ke pada elemen yang telah diseleksi.

Contoh:

p {
    font-size: 18px;
}

Artinya, kita akan mengatur ukuran font dari tag <p> sebesar 18px.

Blok deklarasi dimulai atau dibuka dengan tanda kurung { lalu ditutup dengan }.

Satu blok deklarasi, bisa dipakai oleh lebih dari satu selektor.

Contohnya:

h1, h2, h3, h4, h5, h6 {
  color: teal;
}

Ini artinya kita memberikan warna sama untuk semua tag <h1> sampai <h6>.

Bisa juga ditulis seperti ini:

h1,
h2, 
h3, 
h4, 
h5, 
h6 {
  color: teal;
}

Intinya, selektor dipisah dengan koma.

3. Properti dan Nilainya

Properti adalah sekumpulan aturan yang akan diberikan kepada elemen yang dipilih.

Format penulisan properti seperti ini:

properti: "nilai";

Setiap properti harus diakhiri dengan titik koma (;). Apabila hanya terdapat satu properti, boleh tidak menggunakan titik koma.

Properti harus ditulis di dalam blok deklarasi.

Contoh: ✅

blockquote {
    background: pink;
}

Jangan tulis seperti ini: ❌

background: pink;

p {

}

Nilai untuk properti kadang diapit tanda petik, kadang juga tidak.

Biasanya yang diapit dengan tanda petik adalah nilai yang berupa teks.

Contohnya:

font-family: "Times new roman";

Mengapa ini diapit dengan tanda petik?

Karena ada spasi di nama Times new roman.

Nilai properti juga bisa kita berikan lebih dari satu.

Contoh:

font-family: "Times new roman", Georgia, Roboto;

Ini bisanya kita pakai untuk memberikan nilai opsional. Misalnya font Times new roman tidak ada maka yang akan dipakai adalah Georgia, begitu juga seterusnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

contoh operator logika part 2

Variabel PHP

Tipe Data Phyton