Belajar JavaScript 7
BELAJAR JAVASCRIPT
Tipe Data JavaScript
Seperti yang sudah sedikit dijelaskan di atas, nilai atau value disimpan pada variabel. Nah, nilai tersebut bisa berisi beberapa tipe data berikut:
Tidak seperti bahasa pemrograman lain, JavaScript tidak memakai tipe data angka yang berbeda-beda. Misalnya, integer, float, dan long. Ia hanya punya satu tipe angka, yaitu number yang sanggup menyimpan data hingga 64 bit.
Pun demikian, JavaScript tetap bisa menggunakan berbagai jenis bilangan, seperti:
- Bilangan Bulat – Misalnya 10, 1500, dan 12345.
- Bilangan Pecahan – Contohnya 3.14, 0.5, dan 100.00.
- Bilangan Eksponensial – Misalnya 123e5 atau 123e-5.
- Bilangan Negatif – Contohnya -0.25 atau -123.
- Bilangan Spesial – Misalnya Infinity (10/0), -Infinity (-10/0), dan NaN (0/0).
Pada JavaScript, String adalah tipe data yang digunakan untuk menuliskan data tekstual (plain text). Untuk membuat string, Anda perlu menambahkan tanda petik pada teks tersebut. Bisa petik dua (“”) atau petik satu (‘’).
Sebenarnya tidak ada aturan baku yang menjelaskan kapan harus menggunakan petik dua atau petik satu. Meski begitu, disarankan untuk memakai petik dua untuk penulisan string. Lalu, gunakan petik satu untuk penekanan di teks tertentu, contohnya:
1 | "Besok adalah hari Jum’at" |
Anda juga bisa menerapkan yang sebaliknya. Gunakan petik satu untuk memulai string, jika teks tertentu memakai tanda petik dua, seperti:
1 | ‘Mereka sedang melakukan kegiatan “Gerakan Tanam Pohon”’ |
Boolean adalah sebuah tipe data JavaScript yang digunakan untuk memberikan nilai logika true atau false. Nah, Boolean berguna untuk menentukan aksi berbeda dan mengatur alur kerja program.
Contoh penggunaan Boolean saat coding JavaScript sebagai berikut:
1 2 | Boolean(10 > 20);false |
4. Function
Function adalah tipe data dalam bentuk perintah yang dapat digunakan di bagian program yang memerlukan. Untuk menggunakannya, Anda perlu membuat Function terlebih dahulu, baru kemudian memanggilnya.
Ketika belajar JavaScript, ada dua jenis Function yang perlu Anda ketahui, yaitu:
- Built-in Function – Function bawaan milik JavaScript yang siap digunakan. Contohnya alert(), confirm(), dan prompt().
- User-defined Function – Function yang Anda buat sendiri. Formatnya adalah function namaFunction().
Berikut adalah contoh penggunaan Function pada JavaScript:
1 2 3 | var x = myFunction(5, 4);function myFunction(a, b) { return a * b; |
Array adalah tipe data JavaScript yang digunakan untuk menampung lebih dari satu nilai dan memiliki index.
Dengan Array, Anda bisa memasukkan tipe data yang berbeda dalam satu Array. Selain itu, ia berguna untuk menghemat penggunaan variabel ketika coding JavaScript.
Anda bisa memakai Array dengan membuat kurung siku. Lalu, menulis nilai Array di dalamnya dan dipisahkan dengan koma.
Contoh Array pada bahasa pemrograman JavaScript adalah sebagai berikut:
1 var person = ["John", "Doe", 46];
var person = ["John", "Doe", 46];Mirip dengan Array, Object adalah tipe data yang memiliki lebih dari satu nilai. Bedanya, Object tidak punya index tapi nama.
Kenapa Anda harus menggunakan Object saat belajar JavaScript? Ternyata, Object dapat mengorganisir data lebih baik dari Array. Sebab, Anda bisa memasukkan Function dan Array pada Object.
Hasilnya, Anda bisa menghemat baris kode yang dihasilkan saat coding JavaScript. Nah, di bawah ini adalah contoh pemakaian Object pada JavaScript:
1 2 3 4 5 6 7 8 | const person = { firstName: "John", lastName : "Doe", score : [5,7,8,10,9], fullName : function() { return this.firstName + " " + this.lastName; }}; |

Komentar
Posting Komentar